HomeIndonesian

ATLET PON ASAL SULSEL TAK KUASA BENDUNG AIR MATA KETIKA BONUS YANG DIJANJIKAN PEMPROV TIDAK SESUAI DENGAN APA YANG DITERIMA

ATLET PON ASAL SULSEL TAK KUASA BENDUNG AIR MATA KETIKA BONUS YANG DIJANJIKAN PEMPROV TIDAK SESUAI DENGAN APA YANG DITERIMANur Rizka Fauziah

MACAO GRAND PRIX MUSEUM GRATISKAN BIAYA MASUK PADA 18 MEI  
OTORITAS KESEHATAN MAKAU RENCANAKAN VAKSIN COVID KE-5
PEMERINTAH RI KEMBALI ADAKAN PROGRAM MUDIK GRATIS LEBARAN 2024

Sejumlah atlet asal Sulawesi Selatan yang berpartisipasi dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 yang diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara pada September 2024 lalu merasa kecewa dengan bonus yang mereka terima dari Pemprov Sulsel baru-baru ini, dimana bonus yang diterima tidak sesuai dengan yang telah dijanjikan sebelumnya. 

Dua atlet cabang karate, Nadya Baharuddin dan Nur Rizka Fauziah, bahkan tak kuasa menahan tangis ketika mengetahui bonus yang mereka terima jauh dari apa yang sudah dijanjikan. 

“Tanggapan kami, terus terang, masih cukup kaget karena sebelumnya kami dijanjikan bonus setara dengan PON Papua. Saat itu peraih emas mendapatkan Rp. 200 juta, perak Rp. 150 juta dan perunggu Rp. 100 juta,”  tutur Nadya pada saat penyerahan bonus 27 Juni lalu. 

Nilai nominal bonus yang akhirnya diberikan kepada para atlet Sulsel tersebut adalah Rp. 150 juta untuk peraih medali emas, Rp. 100 juta untuk peraih medali perak dan Rp. 50 juta untuk peraih medali perunggu, berdasarkan laporan sejumlah media di Indonesia. 

Sekretaris Daerah Jufri Rahman menjelaskan bahwa keterbatasan fiskal menjadi penyebab utama berkurangnya nominal bonus yang diterima oleh para atlet Sulsel kali ini. Jufri menambahkan bahwa saat ini Pemprov Sulsel sedang menjalankan instruksi presiden yang tertuang dalam inpres nomor 1 tahun 2025 perihal melakukan efisiensi di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Ia menegaskan bahwa angka nominal bonus yang dijanjikan oleh Pemprov Sulsel untuk para atlet PON XXI tersebut adalah batasannya saja bukan hal yang mutlak. (Pandu Tirtayasa) 

Gambar: Tangkapan layar laporan berita Kompas.com 


COMMENTS

DISQUS: