Dalam rangka memastikan kelanjutan dari proyek Rempang Eco City, baru-baru ini beberapa anggota kabinet dan sejumlah perwira tinggi kepolisian mengunjungi Pulau Rempang dan juga Batam di Kepulauan Riau. Pemerintah memastikan proyek tersebut akan tetap jalan namun dengan mempertimbangkan masukan warga setempat terkait pemindahan mereka ke lokasi lain di Pulau Rempang.
Proyek Rempang Eco City yang bernilai Rp. 172 triliun tersebut telah menyebabkan dua protes yang berakhir dengan bentrokan antara warga dan aparat. Menurut laporan berita sejumlah media di Indonesia, Rempang Eco City akan menjadi lokasi pabrik produsen kaca asal Cina, Xinyi Glass Holdings Ltd, yang kabarnya akan menjadi pabrik kaca kedua terbesar di dunia setelah negeri Tirai Bambu tersebut.
Menurut Muhammad Rudi, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, pemerintah RI akan menjadikan Pulau Rempang sebuah kota industri baru dengan konsep “Green and Sustainable City”, demikian dilaporkan oleh Antara News Agency. (Pandu Tirtayasa)
Foto: Antara News Agency/HO-BP Batam)
Keterangan Foto: Kepala BP Batam Muhammad Rudi

COMMENTS