HomeIndonesian

MANTAN REKTOR UGM TARIK UCAPAN TERKAIT KASUS IJAZAH JOKOWI USAI PERBINCANGANNYA DENGAN PAKAR DIGITAL FORENSIK RISMON SIANIPAR DIUNGGAH KE YOUTUBE

MANTAN REKTOR UGM TARIK UCAPAN TERKAIT KASUS IJAZAH JOKOWI USAI PERBINCANGANNYA DENGAN PAKAR DIGITAL FORENSIK RISMON SIANIPAR DIUNGGAH KE YOUTUBE

INDONESIA JAJAKI KERJASAMA BILATERAL DENGAN CINA DAN JEPANG
GRACE NATALIE, JURI ARDIANTORO JADI STAF KHUSUS PRESIDEN
DUA KELOMPOK ADVOKASI MINTA PEMERINTAH HONG KONG NAIKKAN UPAH MINIMUM PRT ASING MENJADI LEBIH DARI HK$6,000 PER BULAN 

Sofian Effendi mantan rektor Universitas Gadjah Mada periode 2002 sampai 2007 belum lama ini mengajukan surat penarikan pernyataan terkait kasus keaslian ijazah atas nama Joko Widodo (Jokowi) mantan presiden RI ke-7 dengan alasan ia tidak mengetahui bahwa perbincangannya dengan pakar digital forensik Rismon Sianipar disiarkan secara langsung di kanal YouTube akun Langkah Update pada 16 Juli 2025 lalu, dengan judul “ Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendi Rektor 2002-2007! ijazah Jokowi & Kampus UGM!”. 

Sofian mengira bahwa perbincangannya yang juga dilakukan bersama alumni fakultas kehutanan UGM yang tersebar di berbagai kota tersebut hanya perbincangan internal saja. Sofian baru-baru ini menyatakan akan melayangkan keberatan perihal perbincangan yang semula dikira bersifat internal ternyata diunggah ke platform YouTube, berdasarkan laporan berbagai media

Dalam perbincangan yang dimaksud, sang mantan rektor menyampaikan dengan jelas pendapatnya bagaimana ijazah sarjana Jokowi adalah tidak sah, namun setelah video perbincangan tersebut muncul di YouTube dan menjadi viral, Sofian pun menyatakan bahwa dirinya belum memiliki bukti yang kongkrit soal hal tersebut. “Kalau ditanya (ijazah Jokowi asli atau palsu) saya juga belum punya bukti, paling-paling saya ngomong dengan kawan-kawan saya,” ujar Sofian dikutip dari berbagai media.

“Sehubungan dengan itu, saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran. Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut,” tulis Sofian. 

Dirinya menyatakan surat tersebut dibuat bukan berdasarkan tekanan atau paksaan dari pihak lain, tapi murni keinginannya sendiri. Adapun alasan lain yang membuatnya mengeluarkan surat itu adalah ia enggan bila di usianya yang sudah menginjak 80 tahun harus berurusan dengan polisi, setelah ia mengetahui bahwa ada oknum yang akan melaporkan dirinya ke pihak berwajib dengan tuduhan pemfitnahan. 

Dengan dikeluarkannya surat penarikan pernyataan tersebut, yang dibuat oleh Sofian pada 17 Juli 2025 lalu dan langsung diserahkan pada awak media, Sofian berharap dapat memperbaiki hubungannya dengan pihak UGM khususnya Rektor Ova Emilia. Sofian juga berharap masalah ini dapat segera terselesaikan. (Pandu Tirtayasa) 

Gambar: Tangkapan layar laporan berita TribunJogja.com 

COMMENTS

DISQUS: