Media di China mulai memberitakan masalah organisasi masyarakat (ormas) di Indonesia yang disebut mengganggu pendirian pabrik otomotif BYD asal negara tirai bambu di Subang, Jawa Barat, dan inipun membuat netizen mengecam tindakan “memalukan” tersebut, berdasarkan laporan berita Kompas Otomotif.
Laporan berita media di negeri Tiongkok yang dimaksud mengatakan bahwa Impian Indonesia untuk menjadi pusat kendaraan Listrik di Asia Tenggara terbentur dengan kelompok kriminal terorganisir atau preman.
“Sangat memalukan sampai jadi sorotan media asing, membuat negara lain malas berinvestasi, belum lagi menghadapi demo karyawan,” Johannes O Nainggolan berkomentar pada postingan berita Kompas Otomotif di Facebook.
“Di sini [Indonesia] menamakan dirinya ormas tapi dunia usaha di luar sana menyebutnya kelompok kriminal teroganisir … ampun dah,” komen Heria.
Hendi Sibontot berkata: “Indonesia miara ormas bikin malu sama negara tetangga.”
Ucu Atmaja menambahkan, “Makanya ormas itu ga penting, yang ada cuma bikin resah, calon karyawan yang seharusnya bekerja malah jadi pengangguran nantinya, itu gara-gara ormas yang sok berkuasa, makanya tola kormas, bubarkan ormas, tangkap ormas yang bermasalah, proses secara hukum.”
Pabrik BYD yang dimaksud diberitakan akan memiliki kapasitas produksi 150.000 unit kendaraan listrik atau EV (electric vehicles), dengan rencana investasi sebesar 1,3 milyar dollar AS atau sekitar Rp. 20,3 triliun. – GNM
Gambar: Michael Förtsch

COMMENTS