Sertifikat tanah elektronik pertama kali dikeluarkan pada Desember 2023 oleh Jokowi yang kala itu masih menjabat sebagai presiden Republik Indonesia yang disambut antusiasme dari masyarakat.
Sekretaris Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Shamy Ardian dalam pernyataannya yang dikutip pada 30 Desember 2024 lalu menyatakan bahwa saat ini sudah ada sertifikat tanah elektronik berwarna cokelat yang sudah dapat dicetak menggunakan secure paper.
Menurut Shamy sertifikat elektronik Ini sifatnya lebih aman dari yang berbentuk buku. Pada bagian belakang sertifikat terdapat barcode dan peta yang menunjukkan lokasi tanah tersebut. Di waktu yang sama Kepala Humas Kementerian ATR/BPN Harison Mocodompis menambahkan bahwa sertifikat elektronik dapat diakses oleh pemilik tanah melalui aplikasi Sentuh Tanahku.
Sertifikat tanah elektronik lebih aman dari potensi pemalsuan karena disimpan sebagai blok data sehingga hanya pihak yang berwenang yang dapat merubah data yang ada. Masyarakat diimbau segera beralih ke sertifikat tanah elektronik melalui kantor pertanahan/kabupaten tempat sertifikat tanah diterbitkan.
Sampai akhir tahun 2024 diketahui sudah ada 3.192.600 juta sertifikat tanah yang dikeluarkan ungkap Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam kegiatan bertema Catatan Akhir Tahun Kementerian ATR/BPN, yang berlangsung di Aula Prona, Jakarta baru-baru ini, berdasarkan laporan sejumlah media di Indonesia. (Pandu Tirtayasa)

COMMENTS