HomeIndonesian

RASA PENASARAN DAN DEDIKASI DI BIDANG KECERDASAN BUATAN (AI) MEMBAWA ILMUWAN INDONESIA SAMPAI KE PERUSAHAAN RISET GOOGLE DEEPMIND DI LONDON

RASA PENASARAN DAN DEDIKASI DI BIDANG KECERDASAN BUATAN (AI) MEMBAWA ILMUWAN INDONESIA SAMPAI KE PERUSAHAAN RISET GOOGLE DEEPMIND DI LONDON

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN DIGITAL BICARA WACANA SISTEM BARU BELI HP SECOND HARUS BALIK NAMA UNTUK HINDARI PENYALAHGUNAAN INFORMASI PRIBADI
WARGA NEGARA ASING PEMEGANG KARTU PENDUDUK TETAP MAKAU DAN HK DIPERBOLEHKAN AMBIL KARTU IZIN MENGUNJUNGI CINA MULAI 10 JULI 
MENHAN PRABOWO BERHARAP DAPAT MEMPERKUAT HUBUNGAN KERJASAMA BILATERAL INDONESIA-CINA 

Ilmuwan asal Indonesia Adhiguna Kuncoro berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional dengan menjadi orang Indonesia satu-satunya yang bergabung dengan DeepMind, divisi riset Google yang berbasis di London, pada tahun 2017 lalu, dalam proyek pengembangan Gemini yakni salah satu kecerdasan buatan (AI) yang tercanggih saat ini. 

Bermula di sebuah kamar kos di Bandung, Adhiguna yang awalnya menganggap AI sebagai sesuatu yang lebih dekat ke dunia film fiksi ilmiah seperti Terminator, akhirnya menjadikan AI sebagai bahan skripsinya saat ia menyelesaikan studi S1 nya di Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Pada akhirnya, dedikasi Adhiguna di bidang AI membawanya untuk mendalami studi sampai ke dua universitas bergengsi di dunia, yakni Carnegie Mellon University di Amerika Serikat dan Oxford University di Inggris Raya, sampai akhirnya ia bergabung dengan DeepMind.

Adhiguna berperan penting dalam mengembangkan teknologi Natural Language Processing (NLP) yang memungkinkan Gemini memahami bahasa manusia. Direktur Ilmuwan Riset di DeepMind, Marc’Aurelio Ranzato, menyebut Adhiguna dipilih karena kualitasnya. 

“Adhi membawa keahlian unik dalam pemrosesan bahasa alami [NLP] yang merupakan inti dari pengembangan Large Language Model [LLM] modern,” ujar Marc dilansir dari beberapa media.

Prestasi Adhiguna Kuncoro menjadi bukti bahwa anak bangsa mampu bersaing di level global, sekaligus membuka harapan baru bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. (Pandu Tirtayasa) 

Foto: LinkedIn/Adhiguna Kuncoro

COMMENTS

DISQUS: