HomeIndonesian

PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI SEGERA CAIR, PEMERINTAH ANGGARKAN 30 TRILIUN UNTUK 140 JUTA PENERIMA

PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI SEGERA CAIR, PEMERINTAH ANGGARKAN 30 TRILIUN UNTUK 140 JUTA PENERIMA

PRESIDEN RI SETUJUI PERATURAN PEMERINTAH PERIHAL TARIF PELEPASAN STATUS WNI: 5 JUTA RUPIAH
PRESIDEN PRABOWO ANUGERAHKAN GELAR PAHLAWAN NASIONAL KEPADA DUA PENDAHULUNYA: SUHARTO DAN GUS DUR  
MENKEU BARU PURBAYA OPTIMIS INDONESIA BISA TIRU KEBERHASILAN EKONOMI KORSEL, SINGAPURA DAN CINA

Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dengan adanya program ini, pemerintah berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat. Terkait BLT, pada 17 Oktober 2025 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara resmi menyatakan pemerintah akan melakukan pencairan kembali dimulai pada pekan ini. 

Adapun kriteria penerima BLT diprioritaskan bagi kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, yang terbagi dalam desil 1 (sangat miskin) hingga desil 4 (rentan miskin). Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bantuan benar-benar menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan dukungan.

Pencairan BLT dijadwalkan akan berlangsung secara bertahap mulai dari Oktober hingga Desember 2025, berdasarkan laporan sejumlah media di Indonesia. 

Untuk mewujudkan program ini, pemerintah menganggarkan alokasi dana sebesar sekitar Rp. 30 triliun yang akan diberikan kepada sekitar 35 juta keluarga di seluruh Indonesia, dengan hitungan 1 ayah, 1 ibu dan 2 orang anak, sehingga total penerima BLT ini sekitar 140 Juta orang. 

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada Menko Airlangga untuk memperluas cakupan penerima BLT dengan tujuan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang benar-benar membutuhkan dukungan finansial, dan dengan harapan program ini dapat menjadi jaring pengaman sosial yang efektif. (Pandu Tirtayasa) 

Foto: Muhammad Daudy 

COMMENTS

DISQUS: