HomeIndonesian

GURU TENDANG KEPALA MURID DI SMPN 1 KABUPATEN DEMAK

GURU TENDANG KEPALA MURID DI SMPN 1 KABUPATEN DEMAK

SEORANG GURU SD DI LAMPUNG DIBERHENTIKAN KARENA ANCAM CEKIK SISWA, TERNYATA PUNYA RIWAYAT ODGJ
PROGRAM MAKAN GRATIS BERGIZI GAGASAN PRESIDEN PRABOWO ALAMI SEJUMLAH MASALAH AKIBAT LEMAHNYA PAYUNG HUKUM DAN KEKOSONGAN STRUKTUR DI DAERAH-DAERAH
PESAWAT LANGSUNG ANTARA MAKAU DAN INDONESIA BISA MULAI OPERASIONAL DI BULAN OKTOBER

Seorang guru berinisial WD yang mengajar di SMPN 1 Kabupaten Demak menjadi topik hangat yang sedang ramai di media sosial usai videonya menendang kepala salah satu siswa berinisial GA diunggah ke media sosial. 

Peristiwa tersebut diberitakan media di Indonesia terjadi pada 10 Juni 2025. 

Dikutip dari detik.com, peristiwa itu terjadi pasca para siswa baru selesai menjalankan ujian, dan dari luar kelas terdengar siulan, kemudian WD meminta salah satu siswa untuk memeriksa keadaan diluar, lalu siswa tersebut masuk kembali ke kelas dan mengatakan bahwa tidak ada siapa-siapa diluar. 

Tak lama berselang siulan kedua kembali terdengar, WD naik ke atas meja dan melihat dari jendela siapa yang melakukan tindakan tersebut namun tidak diketahui siapa pelakunya. WD kemudian diberitakan meluapkan emosinya dengan menendang kepala siswa berinisial GA yang dimaksud sebanyak dua kali.

Atas perbuatannya WD dilaporkan ke polisi ungkap Wakapolsek Kompol Satya Adi Nugroho, dikutip dari detik.com. 

Kasus ini berakhir pada 12 Juni setelah WD menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban, dan pihak keluarga memaafkan WD serta meminta agar jangan terulang kembali, dengan disaksikan oleh PGSI dan disertai surat bermaterai yang sudah ditanda tangani WD, ungkap kasatreskrim Polres Demak AKP Kuseni. 

Sementar itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Demak Haris Wahyudi Ridwan mengecam tindakan tersebut. Menurut Haris, WD tetap harus diperiksa terkait kedisiplinan pegawai sesuai peraturan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) nomor 94 tahun 2021 perihal disiplin pegawai. (Pandu Tirtayasa)

Gambar: Tangkapan layar video dari laporan berita Kompas.com 

COMMENTS

DISQUS: