Pelaku dari insiden perusakan makam Kristen bermotif salib di Yogyakarta baru-baru ini diketahui berusia di bawah umur, berdasarkan laporan sejumlah media di Indonesia.
Insiden yang terjadi di Pemakaman Baluwarti di Kotagede tersebut melibatkan lima makam, empat diantaranya merupakan makam warga Basen, Kotagede dan satu makam warga asal Bantul.
Sementara itu, kasus serupa terjadi di Pemakaman Ngentak di Bantul, Yogyakarta pada tanggal 18 Mei dimana batu nisan dari 10 makam dengan motif salib juga dirusak oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya sebelumnya.
Pemakaman Ngentak berjarak sekitar 10 menit perjalanan dari Pemakaman Baluwarti.
Terkait kasus ini, pihak yang berwajib diberitakan telah mengamankan seorang remaja berusia 16 tahun sebagai terduga pelaku. Namun kepolisian setempat telah menegaskan bahwa insiden yang dimaksud tidak berkaitan dengan agama, melainkan perihal persoalan keluarga, berdasarkan laporan berita BBC Indonesia.
Menurut laporan berita yang dimaksud, insiden ini bukanlah pertama kalinya perusakan makam non-Muslim terjadi di Yogyakarta, sehingga membuat sejumlah pihak menyimpulkan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan isu intoleransi. (Pandu Tirtayasa/Gilbert Humphrey)

COMMENTS