Tiga bulan berlalu pasca hilangnya Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Papua Barat Iptu Tomi Samuel Marbun keluargapun semakin bingung dan cemas terlebih setelah munculnya kabar yang simpang siur tentang keadaan dan keberadaan Iptu Tomi yang sebelumnya diketahui bertugas dalam operasi penangkapan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Marthen Aikinggin yang termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Iptu Tomi diperkirakan hanyut terbawa arus sungai Rawara bersama timnya untuk memantau aktivitas Marthen Aikinggin pada 18 Desember 2024 lalu. Monterry Marbun adik dari Tomi dikutip dari detik.com 16 Maret lalu menyatakan bahwa Wakapolres Polres Teluk Bintuni saat itu, Ade Luther Farfar, menemui kakak iparnya Ria Tarigan dan menyampaikan kabar hilangnya sang suami akibat terjatuh dari long boat.
Tidak selang lama, Ria langsung berkomunikasi dengan Kapolres Teluk Bintuni Papua Barat AKBP Choiruddin Wachid yang menyatakan Iptu Tomi tergelincir dari long boat dan hanyut. Namun pernyataan tersebut berubah bahwa Iptu Tomi dan tim bukan tergelincir dari long boat dan hanyut melainkan hanyut saat menyeberangi sungai Rawara ujar adik Iptu Tomi, yang menambahkan informasi kerap berubah-ubah.
Menurut Kapolda Papua Barat Irjen Jhonny Eddizon Isir, sebagaimana ia ungkapkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi III DPR RI via teleconference pada 17 Maret, upaya pencarian Iptu Tomi sudah dilakukan secara maksimal dengan melibatkan Polri dan TNI, dan pencarian pun sudah dilakukan sebanyak dua tahap.
Irjen Jhonny juga menjelaskan bahwa simpang siurnya kabar soal Iptu Tomi disebabkan oleh keterbatasan peralatan dan jaringan di tempat kejadian perkara. Dalam kesempatan itu juga beliau dengan tegas menepis munculnya isu adanya sabotase dalam kasus ini.
Sementara itu, Keluarga Iptu Tomi Samuel Marbun sampai saat ini terus mempertanyakan keberadaannya, dan meminta pertanggung jawaban baik dari Polres Teluk Bintuni maupun Polda Papua Barat perihal hilangnya Iptu Tomi.
“Kalau misalnya ternyata suami saya masih hidup dan dia lagi bertahan di hutan bagaimana. Karena selama 2 minggu itu helikopter bolak-balik tidak ada tanda-tanda jasad atau mungkin potongan baju atau potongan tubuh,” ujar Ria. (Pandu Tirtayasa)
Foto: Arfan Adytiya

COMMENTS