HomeIndonesian

MENPORA BAWA PENCAK SILAT KE KANCAH DUNIA MELALUI PBB DAN OLIMPIADE

MENPORA BAWA PENCAK SILAT KE KANCAH DUNIA MELALUI PBB DAN OLIMPIADE

DUA BOCAH MASAK IKAN ARWANA SEHARGA RP 15 JUTA
KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG TEMBUS 11 RIBU PENUMPANG PADA 21 OKTOBER
KEMENAG KECAM KERAS AKSI PEMBUBARAN IBADAH GEREJA OLEH ORMAS

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo memperkenalkan olahraga pencak silat ke kancah dunia melalui ajang inisiatif olahraga global yang bertajuk “Securing Legacy: Debriefing from Paris 2024 for Future Major Sporting Events Making” di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat pada 5 Maret 2025 waktu setempat. 

Dalam kesempatan tersebut Dito menjelaskan bahwa pencak silat lebih dari sekedar seni bela diri, dimana pencak silat juga menjadi filosofi serta alat penangkal radikalisme yang merupakan sebuah perwujudan dari disiplin, rasa hormat dan ketahanan. Dito meyakini juga bahwa pencak silat dapat menjadi media untuk membangun bangsa, ketertiban sosial dan sebagai sarana diplomasi halus dan resolusi konflik. 

Dito menyatakan pencak silat bisa menjadi symbol global dari ketahanan, dan didorong alasan itu Indonesia memiliki cita-cita agar seni pencak silat dikenal lebih luas lagi sehingga Indonesia berupaya agar pencak silat dapat masuk ke dalam Olimpiade.

UNESCO telah mengakui pencak silat sebagai warisan budaya yang mengajarkan pelaku-pelaku seni bela diri bukan hanya sekedar membela tapi juga melindungi, tidak sebatas berperang tapi juga menjaga perdamaian, ungkap sang menteri, yang kemudian menyatakan bahwa Indonesia siap mendukung penuh program olahraga global UNOCT. 

Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama internasional dalam bidang keamanan dan olahraga, serta bisa bekerja lebih dekat dengan para pemangku kepentingan internasional, tambahnya. 

“Kita harus terus menumbuhkan olahraga sebagai mercusuar perdamaian dan ketahanan. Indonesia berkomitmen mendorong kolaborasi bermakna di bidang ini. Kami percaya melalui upaya bersama, warisan olahraga akan tetap menjadi warisan perdamaian, persatuan dan keamanan untuk semua,”  pungkas Dito. (Pandu Tirtayasa)

Foto: Syaiful Lil M

COMMENTS

DISQUS: