HomeIndonesian

TAHUKAH ANDA: AWAK PESAWAT DAN PENUMPANG DILARANG MENAHAN KENTUT SELAMA PENERBANGAN?

TAHUKAH ANDA: AWAK PESAWAT DAN PENUMPANG DILARANG MENAHAN KENTUT SELAMA PENERBANGAN?

BI SIAP LUNCURKAN SISTEM PEMBAYARAN BARU PAYMENT ID, SUDAH MASUK RENCANA BLUEPRINT SISTEM PEMBAYARAN INDONESIA 2030
PRIA TEMBAK KUCING, TERANCAM PENJARA 2 TAHUN 8 BULAN 
IBU KOTA MULAI PINDAH KE KALIMANTAN JULI TAHUN DEPAN 

Kentut merupakan sesuatu yang dianggap tabu, tidak sopan dan mengganggu kenyamanan berdasarkan norma sosial yang berlaku di masyarakat, sehingga banyak orang yang menahan supaya tidak kentut di tempat umum. 

Namun menurut informasi yang didapatkan dari akun sosial media Barbie Bac milik seorang pramugari yang kerap membagikan kesehariannya sebagai pramugari yang banyak menghabiskan waktu di pesawat Barbara Bacilieri menyatakan bahwa bagi para pilot, co-pilot dan kru maskapai kentut merupakan hal yang lumrah dan lebih baik dikeluarkan daripada ditahan. 

Barbara menyatakan meskipun hal ini tabu tapi hal ini berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Ia mengatakan bahwa pilot secara tegas tidak boleh menahan kentut dan ada alasan kuat di baliknya. Menahan kentut dinilai bisa mengganggu konsentrasi pilot. 

“Di ketinggian tinggi, tekanan atmosfer turun, yang memperluas volume gas internal. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan di kokpit ketika pilot seharusnya fokus pada pekerjaan mereka, bukan meringis kesakitan karena kembung dengan gas. Itulah mengapa selalu disarankan agar pilot, jika memang perlu, membiarkannya (kentut) keluar,” ujar Barbara.

Meskipun tidak ada aturan tertulis resmi yang mengatur perihal hal ini, ahli gastroenterologi Denmark dan Inggris menyarankan dalam sebuah studi pada 2013 bahwa baik penumpang dan bahkan mungkin awak pesawat harus melepaskannya demi kesehatan dan kenyamanan bersama. 

Menahan kentut di pesawat, dapat memunculkan rasa stres, tidak nyaman, sakit, kembung dan gangguan pencernaan. Bahkan, turbulensi pesawat bisa membuat Anda kentut mendadak. 

“Hanya ada satu solusi, kentut saja,” ujar para ilmuwan New Zealand Medical Journal yang dilansir berbagai media. 

Para ilmuwan memberikan saran untuk mengatasi hal ini, yaitu para awak pesawat disarankan memakai celana dalam khusus penyerap kentut berbahan active charcoal, namun apabila itu sulit didapat para ilmuwan memberi saran paling mudahnya seluruh awak pesawat maupun penumpang untuk tidak mengkonsumsi makanan yang kaya serat. (Pandu Tirtayasa) 

Foto: Arifin Salleh

COMMENTS

DISQUS: