HomeIndonesian

BOCAH KORBAN GIGITAN ULAR WELING DI PEKALONGAN MENINGGAL DUNIA USAI KOMA HAMPIR SEBULAN, PIHAK RSUD KAJEN DINILAI KURANG RESPONSIF TERHADAP KONDISI GAWAT DARURAT

BOCAH KORBAN GIGITAN ULAR WELING DI PEKALONGAN MENINGGAL DUNIA USAI KOMA HAMPIR SEBULAN, PIHAK RSUD KAJEN DINILAI KURANG RESPONSIF TERHADAP KONDISI GAWAT DARURAT

NATALIUS PIGAI ANCAM COPOT PEJABAT KEMENTERIAN HAM YANG BERJUDI DAN SELINGKUH
GEMPA M 5,2 GUNCANG YOGYAKARTA JUMAT MALAM 
RUSIA KAJI RENCANA BEBAS VISA BAGI WNI

Rafa Ramadhani Suwondho, anak berusia 12 tahun warga Desa Bukur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan harus meregang nyawa setelah hampir sebulan dirawat di ruang ICU RSUD Dr. Karyadi, Semarang setelah menerima perawatan dalam kondisi koma pasca digigit ular weling pada 20 Juli 2025 lalu. 

Kasus Rafa ini sempat viral di media sosial melalui unggahan akun Instagram @Pekalonganinfo yang menyoroti dugaan penanganan medis tidak optimal terhadap pasien gigitan ular. Banyak warganet menyampaikan simpati sekaligus menyoroti pentingnya kewaspadaan dan protokol medis terhadap kasus gigitan ular berbisa, apalagi pada anak-anak.

Berdasarkan laporan berbagai media di Indonesia, kejadian terjadi pada pertengahan Juni dini hari lalu ketika tiba-tiba seekor ular weling masuk ke kamar Rafa. Orangtuanya sempat melihat ular weling namun tidak sempat menangkapnya. Setelah kejadian tersebut Rafa segera dilarikan ke mantri terdekat, lalu dibawa ke RSUD Kajen

RSUD Kajen, Rafa hanya menerima perawatan berupa tiga kali suntikan, diambil darah, dan diberikan bantuan pernapasan melalui oksigen sementara, dan setelah di observasi beberapa saat dokter menilai kondisi Rafa tidak ada yang terlalu berbahaya sehingga dokter memulangkannya. 

Diketahui sebelumnya, pihak keluarga yang mengetahui Rafa mengalami sesak napas, lemas dan penglihatannya kabur sempat meminta agar Rafa dirawat inap saja, tapi dokter di RSUD Kajang tidak meluluskan permintaan keluarga Rafa. Dalam perjalanan pulang kondisi Rafa semakin memburuk. Ia mengalami kejang sampai tak sadarkan diri. Lalu Rafa segera dilarikan ke RSI Pekajangan dimana ia sempat menerima perawatan di ICU sebelum akhirnya ia dirujuk ke RSUD Dr. Karyadi, Semarang.

Kakek Rafa menyatakan bahwa dirinya menyesal Rafa dibawa ke fasilitas medis (RSUD Kajen) yang dinilai kurang responsif terhadap kondisi gawat darurat, “Dokternya bilang, ‘anak baru bangun tidur ya pusing.’ Padahal cucu saya sudah mengeluh matanya gelap dan tidak bisa melihat,” tutur Datur kakek Rafa. (Pandu Tirtayasa) 

Gambar: RSUD Kajen

COMMENTS

DISQUS: