HomeIndonesian

PENGUNJUNG RS MITRA BEKASI ANIAYA SATPAM SETELAH DIINGATKAN SOAL PARKIRAN 

PENGUNJUNG RS MITRA BEKASI ANIAYA SATPAM SETELAH DIINGATKAN SOAL PARKIRAN 

PRESENTER METRO TV VALENTINUS RESA DISOMASI KARENA GAYA PENYAMPAIAN BERITA LUCU YANG DINILAI DAPAT MENURUNKAN KUALITAS JURNALISME INDONESIA
PADUAN SUARA ANAK-ANAK RESONANZ ASAL INDONESIA JUARA UMUM DI KOMPETISI ITALIA 
BMI DI MAKAU TERTANGKAP JUALAN KOKAIN 

Seorang petugas keamanan Rumah Sakit Mitra Bekasi berinisial S menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh salah satu pengunjung rumah sakit belum lama ini, setelah sang satpam mengingatkan pelaku mengenai parkiran yang kurang rapi, berdasarkan laporan sejumlah media di Indonesia. 

Dikutip dari Kompas.com, awal kejadian adalah ketika S menghampiri pengunjung tersebut pada 29 Maret lalu sekitar jam 22:00 WIB setelah sang pengunjung memarkirkan mobilnya di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD). S menghampiri pengunjung tersebut dan memberi peringatan bahwasanya pengemudi tersebut parkir tidak sesuai SOP yang seharusnya karena ia menghalangi ambulans. 

Pengunjung itu pun turun dari mobil dan menghampiri S lalu kemudian memukulnya serta membantingnya ke lantai sampai mengenai kepala korban. Akibat dari kejadian tersebut S harus dilarikan ke Intensive Care Unit (ICU) dan dirawat selama empat hari.

Menurut Stein Siahaan salah seorang kuasa hukum S ketika kliennya tersebut dirawat selama empat hari di Rumah Sakit, keluarga pelaku pun sama sekali tidak menyesal maupun meminta maaf. Istri korban berinisial RI pun akhirnya melaporkan kasus ini ke kepolisian setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan, Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan AKP Imam Prakoso mengatakan pelaku diketahui adalah warga Bekasi juga. Diketahui tindak pemukulan ini dikarenakan keluarga pasien yang sedang berkunjung ke RS tersebut, AF, tidak terima lantaran dirinya ditegur oleh S. 

Pihak manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga menyampaikan bahwa korban sudah mendapatkan perawatan medis  dan pIhak manajemen juga mendukung segala proses hukum yang sedang berjalan, serta menegaskan bahwa pihak Rumah Sakit tidak mentolerir tindakan kekerasan yang terjadi. (Pandu Tirtayasa)

Foto: Levi Meir Clancy

COMMENTS

DISQUS: